HOW TO : Memanipulasi antara Keinginan Dan Kebutuhan Customer

Dipasar bebas, konsumen lah yang seharusnya menentukan permintaan. Dan tugas pengusaha/produsen adalah memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi bagaimana jika kebutuhan konsumen bisa dimanipulasi?

Kebutuhan dan Keinginan.

kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dimliki, suatu hal yang memang keharusan dimiliki setiap orang contoh paling dasar adalah makanan setiap orang butuh makan dan tak bisa hidup tanpa makanan.

Berbeda dengan keinginan yang meskipun kamu tidak memilikinya kamu tentunya bisa tetap bisa menjalankan hidup dan contohnya banyak sekali dan saat inipun kamu memiliki beragam keinginan dalam diri kamu yang ingin diwujudkan .

dan hal yang penting dari pernyataan di atas adalah  setiap orang punya kebutuhan dan keinginan maka tugas Anda “mengaburkan” mana yang keinginan dan kebutuhan .

 

Kebutuhan dan Keinginan

Mengaburkan antara Kebutuhan dan Keinginan

Bagaimana jika Anda seorang pengusaha berhasil memanipulasi keinginan calon customer Anda …

Dari seorang ibu yang ingin menonton drama Turki kesukaannya dan saat jeda pariwar malah ingin membeli sebuah produk yang bahkan tak pernah terpikiran sebelumnya untuk membeli atau lebih tepatnya membutuhkan barang tersebut ..

dan yang paling sering mungkin dari kalangan netizen dari yang niatnya cuma update status dan chatting sama teman-temannya di Facebook menjadi tertarik dengan penawaran yang sesuai dengan interest dan behaviour merek  ..?

 

Need Vs Want

Perasaan Takut !

Manipulasi rasa takut

dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan dalam memanipulasi antara keinginan dan kebutuhan customer mungkin dengan cara  memanipulasi rasa takut, ..

– Ketakutan adalah hal dasar yang ada disetiap diri manusia, dengan menghadirkan perasaan takut jika tidak memiliki produk Anda maka kemungkinan terjadinya perpindahan antara hal yang diinginkan berubah menjadi hal yang dibutuhkan.

dan yang paling sering jualan “rasa takut” perusahaan Asuransi, obat dll ..

saya memiliki beberapa client yang menjual rasa takut kepada customer dan hal itu terbukti menghasilkan, contohnya tentang client dibidang pendidikan ( salah satu bimbel di Jakarta ) karena memang ruang lingkup saya digital agency spesialis Facebook, maka saya menggunakan Facebook sebagai channel advertising dengan menargetkan lokasi Jakarta , dengan target ibu-ibu mudah yang perduli dengan pendidikan dan hasilnya ?

Cukup banyak ibu-ibu yang merasa “Takut” bila anaknya tidak berprestasi , “Takut” apabila anak-anaknya mendapatkan nilai buruk di sekolah, dan dampak yang lebih personal yaitu “Takut” bila anaknya tidak naik kelas maka sang Ibu akan malu terhadap lingkungan sekitarnya.

Atau menargetkan ke para generasi muda yang “takut” ketinggalan jaman jika tidak membeli “jam tangan style” yang sebenarnya fungsi jam tangan ya hanya menunjukan waktu tapi dengan “kelap-kelip” yang dibubuhkan di design jam tangan tersebut maka menumbuhkan keinginan lebih gaul bagi para anak-anak yang baru beranjak dewasa.

selain rasa takut ada hal lain lagi tentang rasa penasaran yang saat ini sedang di jalankan tentang campaign restoran di daerah Cawang, Jakarta yang menghadirkan tampilan yang super lezat tentang salah satu product unggulannya yaitu Ceker Ayam Saos Pedas .

Caranya tentu dengan menargetkan area Cawang saja dan menayangkan iklan di kisaran waktu sebelum jam makan siang dan malam dan hasilnya sangat baik yang ditandai peningkatan stok produk sekitar 8-10 X lipat dari biasanya.

Hal yang ditumbukan dari kebutuhan makan biasa saja menjadi keinginan mencoba sensasi ceker ayam dengan bumbu saus pedas khas restoran tersebut dan karena memang stok terbatas maka saya juga hadirkan rasa takut kehabisan stok karena memang sesuai dengan kenyataan stok nya memang sedikit dan banyak yang sudah datang ke restoran tersebut tidak kebagian.

dan sebenarnya masih ada banyak cara memanipulasi pikiran calon customer Anda dari memberikan pujian, perasaan bersalah , menanamkan nilai moral, edukasi dll silahkan temukan sendiri cara terbaik untuk produk Anda ..

Dan yang terpenting dari mengaburkan antara mana yang kebutuhan dan keinginan adalah  menjadikan customer memiliki daya beli yang tak ada habisnya .

Sering-seringlah membaur dengan calon customer Anda untuk tahu lebih banyak tentang “Behaviour” mereka, perbanyak split testing , perbanyak praktek dan perbanyak mencoba hal baru untuk mendatangkan customer ke produk Anda .

Belajar dari orang yang berpengalaman dan terus berusaha mendapatkan hasil yang terbaik . 🙂

 

Ideas Source :

2 replies on “HOW TO : Memanipulasi antara Keinginan Dan Kebutuhan Customer

Leave a Reply